• RSS
  • Twitter
  • Linkedin
Showing posts with label my moments. Show all posts
Showing posts with label my moments. Show all posts

Saturday, March 9, 2013

IDK...


kadang emang ada beberapa hal yang lebih baik kita ga perlu tau. daripada kita tau malah bingung sendiri akhirnya. kalo ada masalah sedikit, jangan disepelein. langsung aja selesein. ga usah nunggu ntar, besok, lusa, bulan depan, atau nunggu sampe gajah bertelor. repot. 
kadang ada juga beberapa saat dimana kita harus diem dan nikmatin keadaan. Jangan pernah berharap terlalu berlebihan. Syukurin aja sama keadaan yang ada sama kita sekarang. Terlalu berekspektasi tinggi bikin kita berimajinasi berlebihan. Misalnya; “andai aja ya.....” , “cobaaaa aja nggak kaya gini....” , “kapan ya bisa lebih baik dari ini?” God gives you what you need, not what you want. Allah lebih tau apa yang terpenting buat kita.
Gimana sih rasanya saat kamu berharap andai aja semua berjalan sesuai kemauan kamu, tapi ternyata kenyataannya malah semuanya berubah jadi sebaliknya. Saat kamu cari tau apa alasannya, ternyata alasannya itu DIRI KAMU SENDIRI YANG BUAT ITU SEMUA JADI BERUBAH dan KAMU GA SADAR?! Renungin yukkk...

Saturday, January 19, 2013

Karena 'b' dan 'd' Bertautan....



Yang datang, suatu saat akan pergi. yang muncul, suatu saat akan hilang. yang peduli, suatu saat akan acuh. yang indah, suatu saat akan buruk. yang putih, suatu saat akan hitam. yang terang, suatu saat akan kelam. apa yang tetap tinggal? apa yang tetap berdiri tegak?
Sesuatu yang kuat pun memiliki kapasitas tersendiri sampai kapan ia akan bertahan untuk berdiri kokoh. sesuatu yang lembut pun memiliki batas tersendiri kapan ia akan berubah menjadi keras. sesuatu yang kecil pun tak akan selamanya menjadi kecil. ia akan tumbuh besar dan membuka cakrawala sebagai dunia barunya. sesuatu yang diam pun pasti akan bergerak dan melangkah pergi berjalan menyusuri tepi-tepi kerikil yang akan sakit diinjak untuk sesuatu yang seusianya. setiap hari, setiap si raja kuning menyeruak malu dari selimut gelapnya, setiap itu pula mereka-mereka akan sedikit demi sedikit berubah.
Elegi? elegi hanya kesenyapan yang tertuang dalam secangkir gelas yang akan habis sekali tengguk oleh mereka yang tidak mau mencoba. anggur yang manis pun bisa memabukkan jika tak dimakan dengan benar. melakukan hal yang menyenangkan pun bisa membosankan jika tidak ada kegagalan. merasakan lelah berjalan pun tidak melegakan jika tidak tergores dahan pohon dan terjatuh. bersuka cita pun bukan berarti tidak pernah bermandikan peluh. tersenyum pun bukan berarti tidak pernah menangis. mencintai pun bukan berarti pernah dicintai.
Lebam bukanlah luka. itu hanya bekas tekanan ataupun benturan sesuatu yang keras. bukankah berbenturan dengan sesuatu akan membuahkan kesadaran? dan bukankah kesadaran lahir dari kesabaran? hanya berbeda satu huruf yang juga merupakan hasil cerminan. huruf 'd' yang dicerminkan menjadi huruf 'b' ataupun sebaliknya. bukankah kesabaran tumbuh saat diri bercermin dengan sesuatu yang bertolak belakang dari kenyataan dan harapan? apakah sekarang diantara kesadaran, kesabaran, dan bercermin diri tersembunyi sebuah korelasi yang diam-diam saling terhubung dan terikat satu sama lain?
Pernah menjadi sesuatu yang lain? apakah semudah merobek lembaran yang sudah lama melekat pada sampul buku yang melindunginya? pernah mencoba sesuatu yang lain? apakah semudah menengguk segelas air panas yang masih mengepulkan asap? 
Bagaimana menjadi apa yang dinginkan itu tak pernah terlepas dari apa yang disebut sebagai perubahan. mereka yang kontra akan meninggalkan seseorang yang berubah dengan alasan klise. namun mereka yang mengerti akan senang hati mendorong seseorang untuk berubah. dan mereka-mereka itulah yang paham dan yang pernah merasakan sebuah 'perubahan'.

Sunday, November 18, 2012

Hujan....

Apa kamu tau rasanya seperti ini?
Apa kamu pernah merasakan berada dalam posisiku saat ini?
Apa kamu pernah menjadi aku? Apa kamu pernah sedikit memikirkan aku?
Apa kamu pernah merasakan sakit yang seperti ini?
Apa kamu pernah tersakiti karena hal seperti ini?
Apa kamu pernah meratapi hal ini? Apa kamu pernah menangis untuk ini?
Apa kamu pernah merasakan hal seberat masalah ini?
Apa kamu sanggup?
Apa kamu kuat?
Apa yang kamu lakukan jika kamu menjadi aku?
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu mengalami hal seperti aku?
Apa kamu pernah menunggu sesuatu sampai kamu merasa benar-benar putus asa tapi kamu tetap bertahan?
Apa kamu pernah merasa sering tersakiti tapi kamu tetap menyayangi?
Apa kamu pernah terjatuh tapi tetap berusaha untuk berdiri?
Apa kamu pernah berpikir untuk menyerah?
APA KAMU PERNAH BERPIKIR BAGAIMANA RASANYA UNTUK MENJADI AKU?

dan aku....tetap mendapati diriku masih terus merindukan kamu. tak peduli apapun, tak peduli bahwa kamu tidak mempedulikan itu sedikitpun, aku tetap merindukanmu...

Monday, October 29, 2012

October 28th, 2012...

malam ini...aku kembali merindukanmu...
ini kali keberapa aku dan kamu saling diam? ini kali keberapa kamu dingin kepadaku? ini kali keberapa kamu tidak mengatakan apa yang terjadi? ini kali keberapa kamu tidak menyapaku? ini kali keberapa kamu.... entahlah...

air mataku tumpah semua tadi siang, seiring dengan hujan yang tiba-tiba turun dan membasahi sedikit tas merahku. aku termangu. mencari-cari jawaban dari semua yang terjadi ini. memang menangis tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, tapi setidaknya menangis cukup melegakan aku. aku harus apa? aku harus bagaimana? letih untuk saling berdiam diri dalam ruangan yang sama, bertemu selama 7 jam setiap hari.

aku merindukanmu. benar-benar merindukanmu. kapan terakhir kali kita bertatap muka dan melontarkan tawa bersama? kapan terakhir kali kamu memanggilku? aku yang terlalu takut untuk menegurmu, menanyakan semuanya dan memaksamu untuk berbicara. aku yang terlalu takut kamu lebih marah kepadaku jika aku menanyakan masalah yang bahkan aku sendiri tidak tau apa.

bukankah kita bersama untuk saling terbuka? lalu kenapa kamu tak pernah bercerita? bukan maksudku untuk ambil bagian dalam masalah pribadimu, aku hanya ingin mengetahui masalmu yang ada hubungannya denganku...

Saturday, October 27, 2012

October 27th, 2012...

malam ini... entah kali keberapa kamu tidak mengindahkan sapaanku
hari ini... entah kali keberapa aku dan kamu tidak bertegur sapa
detik ini... entah kali keberapa aku merindukanmu
saat ini... entah kali keberapa aku memikirkan kamu dan semua tentang kamu

dan kali ini, aku tidak akan menangis karenamu. karena menangis berarti sedih. karena sedih berarti menyesal. karena menyesal berarti aku akan meninggalkanmu. tapi yang aku inginkan adalah tetap bersamamu, dibahumu, berdiri sejajar denganmu, merasakan beban yang kamu rasakan, tertawa bersama, dan membuat semuanya indah...

Thursday, December 8, 2011

I don't know....

The hardest thing to forget is the moment you’ve spent with someone you need to forget. When you are ready to forget s/he you’ll remember all of memories in your mind even when those are the worst part in your life. It isn’t hard to forget the face, the attitude, the feeling, the habit, but it is damn really hard to forget the memories. Because, every moment with someone you love is an unforgettable moment. If only there are 2 choices for you between forget the memories or let your heart hurts, you’ll suddenly choose the second choice. Yeah, I'm feeling it now. It is really really hard to forget everything. I’ve tried for many times to act like I don’t care anymore with those things but in the end I can’t. I try to be happy and act like I’m fine but finally I just drop my tears.